akuntasi aset 1

 




Perkembangan dunia usaha yang sangat pesat saat ini mendorong

timbulnya kebutuhan akan ketersediaan tenaga kerja yang mampu menyusun

laporan keuangan perusahaan. Agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat 

memberikan informasi bagi pembacanya diperlukan pemahaman yang benar 

tentang cara penyusunan laporan tersebut. Penyusunan laporan keuangan di 

Indonesia harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Pembe- lajaran dan pembahasan SAK dapat diperoleh melalui pendidikan di fakultas 

ekonomi jurusan akuntansi pada perguruan tinggi di Indonesia.

Pembelajaran tentang penyusunan laporan keuangan yang diberikan 

di fakultas ekonomi jurusan akuntansi dimulai dengan mata kuliah Pengantar

Akuntansi yang umumnya diberikan pada semester satu dan dua. Melalui 

mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang baik

tentang konsep dasar akuntansi. Menurut Munawir (2004) ada tiga materi 

pokok tentang konsep dasar akuntansi yang harus dikuasai oleh mahasiswa 

dalam mata kuliah Pengantar Akuntansi yaitu pemahaman tentang aset,

kewajiban dan ekuitas. Pemahaman atas ketiga hal ini sangat penting karena 

ketiganya adalah esensi dasar dari mata kuliah akuntansi. 

Mahasiswa fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu perguruan

tinggi dapat berasal dari berbagai latar belakang pendidikan menengah atas 

yang berbeda. Mereka dapat berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

jurusan akuntansi, Sekolah Menengah Umum (SMU) jurusan Ilmu Penge tahuan Sosial (IPS), dan Sekolah Menengah Umum (SMU) jurusan Ilmu 

Pengetahuan Alam (IPA). Secara umum siswa di SMK jurusan akuntansi 

telah dibekali dengan pengetahuan akuntansi yang mendalam sedangkan 

siswa di SMU IPS dan SMU IPA hanya diberikan pemahaman akuntansi

secara mendasar. Perbedaan latar belakang pendidikan menengah atas inilah 

yang tentunya akan mengakibatkan perbedaan kebiasaan, pola pikir, dan

daya tangkap masing-masing siswa terhadap materi pembelajaran yang di berikan di perguruan tinggi khususnya pemahaman mereka terhadap aset, 

kewajiban, dan ekuitas. 

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan penelitian sebelum nya yaitu Sar‘i et al. (2010) yang melakukan studi empiris pada mahasiswa 

S1 akuntansi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan

latar belakang responden SMK jurusan akuntansi, SMA IPS, dan Madrasah 

Aliyah Umum jurusan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuk tikan secara empiris apakah terdapat perbedaan pemahaman mahasiswa

akuntansi pada perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat dengan latar belakang

pendidikan menengah atas yaitu SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan SMU

IPA terhadap aset, kewajiban, dan ekuitas.

Penelitian ini disusun dengan urutan penulisan sebagai berikut. 

Pertama, pendahuluan menjelaskan latar belakang, tujuan penelitian, dan

organisasi penulisan. Kedua, menguraikan teori yang melandasi pengembangan

hipotesis. Ketiga, metoda penelitian yang digunakan. Keempat, berisi inter pretasi hasil pengujian. Terakhir, penutup yang berisi simpulan, keterbatasan, 

dan rekomendasi bagi penelitian selanjutnya. 

Sistem Pendidikan Nasional

Sistem Pendidikan Nasional ditetapkan melalui undang-undang be rupa Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 yang kemudian diganti dengan 

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003. Menurut undang-undang ini, pen didikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan 

bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi perannya di masa yang akan 

datang. Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu 

dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan

lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Jenis 

pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan 

umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, 

pendidikan keagamaan, pendidikan akademik, dan pendidikan professional. 

Pendidikan umum merupakan pendidikan yang mengutamakan perluasan 

pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhu susan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan. Pendi dikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik 

untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan tinggi merupakan 

kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan 

peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan aka demik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan/

atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian. Satuan 

pendidikan yang menyelanggarakan pendidikan tinggi disebut perguruan 

tinggi yang dapat berbentuk akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut,

atau universitas.

Pengertian Akuntansi

Menurut Kimmel et al. (2011), akuntansi adalah sistem informasi 

yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan kejadian ekonomis 

suatu organisasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dari definisi ini 

dapat dipahami bahwa akuntansi adalah proses mencatat dan melaporkan 

transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan kepada para peng gunanya dalam bentuk laporan keuangan. Pengguna laporan keuangan terdiri

dari investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha

lainnya, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat (Ikatan Akuntan Indonesia 

2009). 


Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009), tujuan laporan keuangan 

adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, 

serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi 

sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan 

keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (steward ship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang diper cayakan kepadanya. Pengguna yang ingin menilai apa yang telah dilakukan 

atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat 

membuat keputusan ekonomi. 

Karakteristik kualitatif laporan keuangan merupakan ciri khas yang 

membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pengguna. Terda pat empat karakteristik kualitatif pokok, yaitu: dapat dipahami, relevan,

keandalan, dan dapat diperbandingkan (Ikatan Akuntan Indonesia 2009).

Laporan keuangan menggambarkan dampak keuangan dari transaksi 

dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar 

menurut karakteristik ekonominya. Kelompok besar ini merupakan unsur

laporan keuangan. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laporan 

perubahan modal, laporan posisi keuangan, laporan arus kas, dan catatan

atas laporan keuangan. Unsur yang berkaitan secara langsung dengan peng ukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban, dan ekuitas. 

Aset

Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai aki bat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan 

diharapkan akan diperoleh perusahaan (Ikatan Akuntan Indonesia 2009). 

Menurut Weygant et al. (2012), aset diklasifikasikan menjadi aset lancar, 

investasi jangka panjang, aset tetap, dan aset tidak berwujud. Aset lancar 

adalah aset yang diharapkan untuk dikonversikan menjadi kas atau untuk

digunakan dalam jangka waktu satu tahun. Contoh aset lancar adalah: kas, 

investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang wesel, persediaan, perleng kapan, dan beban dibayar dimuka. Investasi jangka panjang umumnya berupa

investasi dalam saham dan dalam obligasi perusahaan lain yang biasanya 

dimiliki dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Aset tetap adalah aset 

yang dimiliki perusahaan, berumur lebih dari satu tahun, dan digunakan

dalam kegiatan operasional perusahaan. Contoh aset tetap adalah: tanah,

gedung, mesin, peralatan, dan kendaraan. Aset tidak berwujud adalah aset 

yang tidak mempunyai wujud pisik namun memiliki nilai yang cukup signi fikan. Contohnya adalah: goodwill, hak paten, hak cipta, dan merek dagang. 

Kewajiban

Kewajiban merupakan utang perusahaan masa kini yang timbul dari 

peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar 

dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi (Ikatan

Akuntan Indonesia 2009). Menurut Weygant et al. (2012), kewajiban dibe dakan menjadi kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar. Kewajiban 

lancar adalah utang perusahaan yang harus dilunasi dalam jangka waktu satu 

tahun. Contohnya: utang usaha, utang gaji, utang bunga, utang pajak, dan 

pendapatan diterima dimuka. Kewajiban tidak lancar adalah utang yang 

diharapkan untuk dilunasi perusahaan setelah satu tahun. Contoh: utang

obligasi, utang hipotik, dan utang dana pensiun.

Ekuitas

Ekuitas adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi

semua kewajiban (Ikatan Akuntan Indonesia 2009). Komponen ekuitas per usahaan berbeda-beda sesuai dengan bentuk perusahaannya. Pada perusahaan

perseorangan hanya terdapat satu komponen ekuitas yaitu modal pemilik 

sedangkan pada bentuk perusahaan persekutuan, komponen ekuitas terdiri 

dari modal masing-masing sekutu. Pada perusahaan berbentuk perseroan 

terbatas (PT) ekuitas pemilik dibedakan menjadi modal saham dan saldo

laba (Weygant et al. 2012).

Pengembangan Hipotesis

Penekanan proses pembelajaran akuntansi pada pendidikan menengah

atas adalah bervariasi. Pada SMK jurusan akuntansi tentunya bersifat lebih 

rinci dengan penekanan pada aplikasi karena lulusan SMK jurusan akuntansi

diharapkan dapat menjadi tenaga kerja yang siap pakai guna memenuhi

kebutuhan tenaga akuntansi pada industri kecil dan menengah. Proses pem belajaran akuntansi pada SMU IPS relatif lebih singkat jika dibandingkan 

dengan SMK jurusan akuntansi. Setelah proses penjurusan dilakukan, siswa 

SMU IPA tidak lagi memperoleh materi akuntansi. Berdasarkan keadaan 

ini, dapat terlihat adanya fenomena perbedaan pemahaman terhadap konsep 

aset, kewajiban, dan ekuitas ketika siswa-siswa tersebut memasuki jenjang 

pendidikan di perguruan tinggi dengan memilih jurusan akuntansi. 

Penelitian mengenai analisis tingkat pemahaman mahasiswa akuntansi 

dengan latar belakang pendidikan menengah atas yang berbeda terhadap 

konsep dasar akuntansi telah dilakukan oleh Sar‘i et al. (2010). Hasilnya 

menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pemahaman atas aktiva dan 

kewajiban antara mahasiswa yang berasal dari SMK jurusan akuntansi, 

SMA IPS, dan Madrasah Aliyah Umum jurusan sosial. Sementara untuk

pemahaman atas modal terdapat perbedaan antara mahasiswa yang berasal 

dari SMK jurusan akuntansi, SMA IPS, dan Madrasah Aliyah Umum jurusan

sosial. Penelitian ini ingin mencoba melakukan pengujian kembali guna 

memperoleh bukti empiris terhadap fenomena di atas. Hipotesis yang diaju kan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ha1 Terdapat perbedaan terhadap pemahaman aset antara mahasiswa yang 

berasal dari SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan SMU IPA.

Ha2 Terdapat perbedaan terhadap pemahaman kewajiban antara mahasiswa 

yang berasal dari SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan SMU IPA.

Ha3 Terdapat perbedaan terhadap pemahaman ekuitas antara mahasiswa 

yang berasal dari SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan SMU IPA.

METODA PENELITIAN

Pemilihan Sampel dan Pengumpulan Data

Metoda pemilihan sampel yang digunakan adalah stratified random 

sampling, yaitu pemilihan sampel secara acak dengan lebih dahulu mengkla sifikasikan suatu populasi ke dalam sub-sub populasi berdasarkan karakteristik 

tertentu dari elemen-elemen populasi (Indriantoro dan Supomo 1999). Dalam 

penelitian ini, klasifikasi berdasarkan latar belakang pendidikan menengah 

atas yaitu sekolah asal mahasiswa (SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan 

SMU IPA) sebagai responden. Responden merupakan mahasiswa aktif

program studi S1 Akuntansi yang sudah menempuh mata kuliah Pengantar 

Akuntansi I dan Pengantar Akuntansi II atau minimal berada dalam posisi 

semester tiga. 

Cara pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner 

selama periode semester ganjil 2011 – 2012 kepada mahasiswa aktif program

studi S1 Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara dan di 

STIE Trisakti. Kuesioner diberikan langsung kepada responden dan res ponden tidak diperkenankan untuk membawa pulang karena penelitian ini 

mengukur kemampuan mahasiswa secara langsung dalam memahami asset, 

kewajiban, dan ekuitas. 

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai aki bat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan 

diharapkan akan diperoleh perusahaan (Ikatan Akuntan Indonesia 2009). 

Aset diukur dengan 10 pernyataan yang dikembangkan oleh Sar‘i et al. (2010).

Skala yang digunakan adalah skala Likert yang terdiri dari 1 = sangat tidak 

setuju, 2 = tidak setuju, 3 = kurang setuju, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju.

Kewajiban merupakan utang perusahaan masa kini yang timbul dari 

peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar 

dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi (Ikatan 

Akuntan Indonesia 2009). Kewajiban diukur dengan 10 pernyataan yang 

dikembangkan oleh Sar‘i et al. (2010). Skala yang digunakan adalah skala 

Likert yang terdiri dari 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = kurang 

setuju, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju.

Ekuitas adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi 

semua kewajiban (Ikatan Akuntan Indonesia 2009). Ekuitas diukur dengan 

10 pernyataan yang dikembangkan oleh Sar‘i et al. (2010). Skala yang digu nakan adalah skala Likert yang terdiri dari 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak 

setuju, 3 = kurang setuju, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju.

Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Menurut Indriantoro dan Supomo (1999), ada 2 konsep untuk meng ukur kualitas data yang diperoleh dalam suatu penelitian yaitu uji validitas 

dan uji reliabilitas. Santoso (2001) mengungkapkan bahwa pengujian validi tas dan reliabilitas adalah suatu proses untuk menguji butir-butir pertanyaan  

yang ada dalam sebuah kuesioner, jika butir-butir pertanyaan tersebut sudah 

valid dan reliabel, berarti butir-butir tersebut sudah dapat mengukur variabel 

yang digunakan dalam penelitian.

Suatu instrumen pengukur dikatakan valid jika instrumen tersebut

mengukur apa yang seharusnya diukur, dengan perkataan lain instrumen ter sebut dapat mengukur contruct sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti 

(Indriantoro dan Supomo 1999). Uji validitas dilakukan untuk memperoleh 

keyakinan bahwa masing-masing pernyataan telah dikelompokkan pada 

variabel yang telah ditentukan dan mengukur sesuatu yang seharusnya diukur.

Uji validitas dapat dilakukan dengan menguji korelasi skor setiap butir per tanyaan dengan total skor setiap variabel. Suatu item instrumen dikatakan

valid jika nilai korelasinya positif, dan nilai probabilitas korelasi (sig) ≤ taraf 

signifikan (α) sebesar 0,05, sedangkan jika nilai korelasinya negatif atau 

nilai probabilitas korelasi (sig) > 0,05 maka butir pertanyaan tersebut tidak 

valid.

Suatu instrumen dikatakan reliable jika jawaban responden terhadap 

pertanyaan atau pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu 

(Santoso 2001). Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan meng hitung Cronbach’s Alpha setiap instrumen dalam suatu variabel. Nunnaly 

(1978) mengatakan bahwa untuk dapat dikatakan reliable, instrumen yang 

digunakan dalam suatu variabel harus memiliki Cronbach’s Alpha lebih dari 

0,60.

Uji Normalitas Data

Penelitian ini menguji perbedaan pemahaman mahasiswa akuntansi 

dari berbagai latar belakang pendidikan menengah atas terhadap aset, kewa jiban, dan ekuitas. Latar belakang pendidikan menengah atas ini terdiri dari 

SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan SMU IPA. Oleh karena itu, uji 

normalitas perlu untuk dilakukan untuk menentukan alat uji hipotesis yang 

akan digunakan, yaitu uji statistik parametrik atau uji statistik non parametrik. 

Pengujian normalitas akan dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov (Ghozali 2006).

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis menggunakan alat uji lebih dari dua kelompok 

sampel independen yang tidak berhubungan, yaitu uji statistik parametrik 

one way anova jika data terdistribusi normal atau uji statistik non parametrik 

Kruskal Wallis H jika data terdistribusi tidak normal (Ghozali 2006). 


Uji validitas untuk seluruh butir pertanyaan dari semua instrumen 

menunjukkan nilai korelasi positif dan probabilitas korelasi (sig.) ≤ taraf 

signifikan sebesar 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir 

pertanyaan adalah valid. Hasil uji reliabilitas instrumen aset dan instrumen 

ekuitas menunjukkan nilai cronbach’s alpha masing-masing sebesar 0,632 

dan 0,603. Nilai ini lebih besar dari 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa 

instrumen aset dan instrumen ekuitas adalah reliabel. Namun, hasil uji relia bilitas instrumen kewajiban menunjukkan nilai cronbach’s alpha sebesar 

0,559 setelah menghapus tiga item pernyataan, yaitu pernyataan nomor 4, 

nomor 9, dan nomor 10.

Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0, 05 

yang artinya data tidak terdistribusi normal. Oleh karena itu, pengujian hipo tesis dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non parametrik Kruskal 

Wallis H. 

Tabel 4 di atas menunjukkan variabel aset memiliki nilai signifikansi 

0,416. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama tidak dapat diterima 

yang artinya adalah tidak terdapat perbedaan terhadap pemahaman aset 

antara mahasiswa yang berasal dari SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan 

SMU IPA. 

Nilai signifikansi variabel kewajiban adalah 0,299. Berdasarkan nilai 

ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua tidak dapat diterima yang arti nya adalah tidak terdapat perbedaan terhadap pemahaman kewajiban antara 

mahasiswa yang berasal dari SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan SMU 

IPA. 

Variabel ekuitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,422. Nilai 

ini memperlihatkan bahwa hipotesis ketiga tidak dapat diterima. Hal ini 

berarti tidak terdapat perbedaan terhadap pemahaman ekuitas antara maha siswa yang berasal dari SMK jurusan akuntansi, SMU IPS, dan SMU IPA. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa akuntansi dengan 

latar belakang pendidikan menengah atas yang meliputi SMK jurusan akun tansi, SMU IPS, dan SMU IPA memiliki pemahaman yang sama terhadap 

konsep aset, kewajiban, dan ekuitas. Hasil ini juga menunjukkan bahwa latar

belakang pendidikan menengah atas tidak memicu perbedaan pamahaman 

atas ketiga konsep tersebut. Pemahaman aset mencakup aset lancar, investasi

jangka panjang, aset tetap, dan aset tidak berwujud. Pemahaman kewajiban 

meliputi kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar. Pemahaman modal 

menekankan pada komponen ekuitas perusahaan yang berbeda-beda sesuai 

dengan bentuk perusahaannya 

Related Posts:

  • akuntasi aset 1 Perkembangan dunia usaha yang sangat pesat saat ini mendorongtimbulnya kebutuhan akan ketersediaan tenaga kerja yang mampu menyusunlaporan keuan… Read More